Modern dan Efisien, Embarkasi Haji DIY Jadi Yang Pertama Gunakan Konsep Hotel di Indonesia

Kategori : Haji, Ditulis pada : 07 November 2025, 20:20:23

WhatsApp Image 2025-11-06 at 10.56.22.jpeg

Yogyakarta menorehkan sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggunakan konsep penginapan berbasis hotel bagi para jemaah haji.

Kepastian ini diperoleh setelah keluarnya Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025, yang menetapkan DIY sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji resmi.

“Kami menerima salinan keputusan tersebut secara resmi hari ini,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, Rabu (5/11/2025).

Menariknya, penetapan ini bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2025. Bahiej menyebut momen tersebut sebagai hadiah istimewa bagi masyarakat dan santri Yogyakarta.

“Ini menjadi kado istimewa bagi santri dan masyarakat DIY,” ujarnya.

Dalam daftar embarkasi nasional, Yogyakarta menempati urutan ke-9 dengan kode huruf “i” — yang oleh Bahiej dimaknai sebagai lambang Walisongo dan kata “istimewa” yang melekat pada nama DIY.


Jangkau Wilayah DIY dan Kedu

Mulai Musim Haji 2026, Embarkasi Haji Yogyakarta akan melayani calon jemaah dari wilayah DIY (plat AB) — meliputi Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman — serta sebagian wilayah Jawa Tengah (plat AA), yakni eks-Karesidenan Kedu: Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo.

“Wilayah ini juga dikenal sebagai daerah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa 1825–1830,” ujar Bahiej.

Jumlah calon jemaah dari wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang per tahun. Sementara itu, Banyumas Raya (plat R) direncanakan bergabung pada 2027, setelah kesiapan SDM dan infrastruktur dinyatakan memadai.


Konsep Embarkasi Berbasis Hotel: Pertama di Indonesia

Terobosan utama dari embarkasi ini adalah penggunaan hotel sebagai penginapan resmi jemaah. Tidak ada lagi asrama haji tradisional — seluruh jemaah akan menginap di hotel-hotel sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), baik sebelum berangkat maupun saat tiba kembali dari Tanah Suci.

“Embarkasi haji berbasis hotel ini merupakan model pertama di Indonesia. Konsep ini menjadi role model dan dapat mempercepat proses pemberangkatan serta pemulangan jemaah,” tegas Bahiej, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Setjen Kemenag RI.


Dorong Ekonomi Kulon Progo

Bahiej menyampaikan apresiasi kepada Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pemerintah DIY, Pemkab Kulon Progo, serta seluruh pihak pendukung — mulai dari otoritas bandara hingga DPR RI — yang telah membantu mewujudkan embarkasi ini.

“Penetapan Embarkasi Yogyakarta diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo melalui penguatan ekosistem haji yang berkelanjutan,” ujarnya.

Bandara YIA sendiri telah memenuhi standar penerbangan internasional, mampu melayani pesawat Boeing 777 berbadan lebar dengan kapasitas sekitar 450 penumpang. Hal ini memungkinkan jemaah asal Yogyakarta terbang langsung ke Jeddah atau Madinah tanpa transit.

Dengan konsep baru berbasis hotel dan fasilitas bandara modern, proses keberangkatan dan pemulangan jemaah akan lebih efisien, nyaman, dan berkelas, sekaligus menandai babak baru penyelenggaraan haji di Indonesia.

Sumber: HIMPUHNEWS

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

1.Umrah
2.Haji
3.Blog
4.News
Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id