Area Hajar Aswad Padat, Arab Saudi Keluarkan Imbauan Penting untuk Jemaah Umrah

Kategori : , Ditulis pada : 05 Januari 2026, 16:42:45

9894d1e8-a53c-419c-924d-90605d9c024d_169.jpeg

Meningkatnya jumlah jemaah umrah pada awal 2026 mendorong otoritas Arab Saudi kembali menegaskan pentingnya disiplin dan ketertiban saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah area Hajar Aswad, yang kerap memicu kepadatan dan perlambatan arus jemaah.

Melalui imbauan resmi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meminta jemaah untuk tidak berhenti di area Hajar Aswad demi menjaga kelancaran ibadah dan kenyamanan bersama.

Hajar Aswad Bukan Syarat Sah Tawaf

Dalam unggahan resminya di platform X, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menekankan bahwa menjaga ketertiban selama tawaf merupakan tanggung jawab bersama seluruh jemaah.

“Wahai hamba Allah, menjamin kenyamanan orang-orang yang melaksanakan tawaf adalah tanggung jawab bersama yang menjunjung tinggi ketenangan dan kedamaian ritual. Hindari berhenti di Hajar Aswad,” demikian imbauan resmi yang disampaikan melalui akun @MoHU_En.

Otoritas menegaskan bahwa mencium atau menyentuh Hajar Aswad bukanlah rukun maupun syarat sah tawaf. Amalan tersebut bersifat sunnah, sehingga tidak melakukannya sama sekali tidak membatalkan ibadah haji maupun umrah.

Jemaah tetap diperbolehkan memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil berjalan mengikuti arus tawaf. Sebaliknya, berhenti tepat di depan batu tersebut justru berpotensi menimbulkan desakan dan mengganggu kekhusyukan jemaah lain.

Hindari Kerumunan Demi Kekhusyukan Ibadah

Menurut otoritas Saudi, kebiasaan berhenti di area Hajar Aswad sering kali menyebabkan penumpukan massa, saling dorong antarjemaah, serta memperlambat sirkulasi tawaf di sekitar Ka'bah. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan tujuan utama ibadah yang menekankan ketenangan dan kekhusyukan.

Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Agus Arifin dijelaskan bahwa Hajar Aswad terletak di sudut tenggara Ka'bah dan menjadi penanda awal serta akhir putaran tawaf. Jika jemaah kesulitan untuk menciumnya, maka disunnahkan menyentuhnya dengan tangan. Apabila masih tidak memungkinkan, jemaah cukup memberi isyarat tanpa perlu berhenti.

Kesunnahan ini merujuk pada hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beristilam (menyentuh) rukun Yamani dan Hajar Aswad setiap kali beliau tawaf.”
(HR. Muttafaq ‘Alaih)

Otoritas Arab Saudi berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran jemaah untuk saling menjaga kenyamanan, khususnya di tengah kepadatan jemaah umrah yang terus meningkat.

 

sumber: HIMPUHNEWS

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

1.Umrah
2.Haji
3.Blog
4.News
Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id